> -->

Guru Muse Awali Tahun Baru 2019 dengan Prestasi "Penyair Terpelih" Oleh Penerbit Mandala Pratama

Guru Muse Awali Tahun Baru 2019 dengan Prestasi "Penyair Terpelih" Oleh Penerbit Mandala Pratama
Konten [Tampil]
Guru Muse Awali Tahun Baru dengan Prestasi "Penyair Terpelih" Oleh Penerbit Mandala Pratama

www.ismuba-smam9sby.sch.id - Memasuki era 4.0 seperti hanya bermodal ujung telunjuk manusia dengan mudah mengetahui perkembangan dunia dan sebaliknya. Perkembangan internet yang sangat pesat membuat hal sulit menjadi lebih dimudahkan dan menjadikan yang jauh terasa lebih dekat, baik dari saling bertukar informasi hingga bersaing dalam sebuah kompetisi. Seperti yang dilakukan Rina Nduruwati guru bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

Sebuah kado mengawali tahun baru 2019 Bu rina sapaan akrabnya berhasil menyandang predikat "Penyair Terpilih" setelah bertarung di dunia maya dalam "Sayembara Puisi" yang digelar pada tanggal 3-7 Desember 2018 oleh Penerbit Mandala Pratama - Bekasi.

"Saya tidak menyangka karena butuh perjuangan untuk menjadi penyair terpilih, apa lagi saingannya banyak penyair hebat. Saya sudah mengirim beberapa kali, akhirnya terpilih juga", ungkapan bahagia penyair perempuan yang juga menjabat kaur. Humas di SMA Muhammadiyah 9 Surabaya.

"Intinya jika ingin berhasil jangan pernah melupakan proses, mungkin awalnya kita akan gagal namun jika selalu dan terus berusaha tanpa putus asa pasti akan berhasil nantinya, karena usaha yang baik tidak akan membohongi hasil", tegas Rina Kirana nama pena di dunia sastra.

Berikut ini adalah empat bait puisi bu guru sang penyair bertema "Rehat" yang berhasil memikat tim juri dari Penerbit Mandala Pratama,

Guru Muse Awali Tahun Baru dengan Prestasi "Penyair Terpelih" Oleh Penerbit Mandala Pratama


SEJENAK SAJA
Karya: Rina Kirana

Sejenak kuusap peluh pada dahi
Yang sesekali menetes tanpa ragu
Sejenak kusapu debu dalam gelisah
Yang sesekali menyesak tak terkira

Sejenak anganku melayang
Ingin kugapai kumpulan awan
Lalu kupeluk dan kurebahkan lara ini
Hingga resah tak lagi kurasa

Sejenak ingin kuberkawan dengan damai
Yang melekat pada hembusan angin
Yang sedari tadi modar mandir
Yang semakin kuraih, semakin ia menyingkir

Sejenak, rapuh aku dalam diam
Yang tak bisa lagi kupendam dalam dalam
Biarkanlah kini aku menyingkir, sejenak saja.

[ Surabaya, 06 Desember 2018 ]


Mationo, MA kepala SMA Muhammadiyah 9 Surabaya secara bangga mengumumkan pada segenap civitas akademikanya dengan harapan, "semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi yang lain". (win)
Share
SMA Muhammadiyah 9 Surabaya merupakan Sekolah berbasis The Islamic Entrepreneur School dengan Semboyan MUSE (mandiri unggul sukses entrepreneur)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel