> -->

Inspirasi Pagi: Koin Penyok

Inspirasi Pagi: Koin Penyok
Konten [Tampil]
www.ismuba-smam9sby.sch.idSeorang laki-laki berlana tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi keuangan morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk  koin sesuatu. Ia membungkuk dengan menggerutu kecewa hanya melihat sebuah koin kuno lagi penyok. Meskipun begitu ia tetap membawa koin itu ke bank.

"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno" Kata taller bank memberi saran. Lelaki itu akhirnya ke kolektor dan berungtulah si lelaki tersebut, koinnya dihargai 500 ribu. Lelaki tersebut begitu senang melihat hasil yang tidak terkira-kira akibat hanya menemukan koin penyok di tengah jalan.

Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 500  ribu itu untuk membuat rak buat istri tercintanya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Namun ditengah perjalanan, dia melihat pengrajin mabel dan si pemilik mabel tersebut juga melihat si lelaki tersebut membawa kayu yang sebenarnya memiliki kualitas yang hebat. Dengan kejelian mata si pemilik mabel, akhirnya dia menawarkan lemari senilai 2 juta untuk menukar kayu tersebut. Setelah setuju, Si lelaki meminjam gerobak kephada si pemilik mabel untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 10 juta. Dia ragu-ragu, akhirnya si wanita tersebut menaikkan tawarannya sendiri menajdi 12 juta dan lelaki itupun setuju. Saat sampai di pintu desa, si lelaki ingin memastikan uangnya, ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 12 juta tersebut. Namun sangat disayangkan, tiba-tiba seorang perampok datang, lantas mengcungkan belati dan merampas uang itu dan kabur. 

Disaat yang sama, istri si lelaki tersebut melihatnya sambil berlari mendekati suaminya dan bertanya "apa yang terjadi?, engkau baik-baik saja kan?, apa yang diambil perampok tadi?" Si lelaki itu menjawab "oh bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar, kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?. sebaliknya, seharusnya kita bersyukur ataas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat, bahagia karena melepas. Itulah sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini hkikatnya adalah tidak ada, tidak membawa apa-apa. Q.S al-Baqarah : 155-157 "Sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepada Allah".
Share
SMA Muhammadiyah 9 Surabaya merupakan Sekolah berbasis The Islamic Entrepreneur School dengan Semboyan MUSE (mandiri unggul sukses entrepreneur)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel