> -->

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Klik Program Peduli Pada Dirimu

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Klik Program Peduli Pada Dirimu
Konten [Tampil]

PENDAHULUAN

Pada dasarnya setiap manusia di dunia pastilah sudah dibekali otak untuk berpikir dan hati untuk merasakan. Rasa bahagia, sedih, marah, peduli dan saling menghargai, itu sudah menjadi pembiasaan sehari-hari. Namun tidak semua orang bisa merasakan hal tersebut secara langsung, tergantung dengan pembiasaan dan atau juga tingkat kepekaan masing-masing. Jika sesorang memiliki tingkat kepekaan tinggi, semakin mudah seseorang tersebut merasakan empati (peduli) terhadap diri sendiri atau pun orang lain. Sebaliknya jika tingkat kepekaan seseorang itu rendah, maka bukan berarti orang tersebut tidak memiliki rasa peduli terhadap orang lain, rasa peduli tersebut akan tetap ada hanya saja perlu adanya respon secara langsung yang menunjukkan agar orang tersebut bisa merasa peduli.

Berhubungan dengan rasa peduli di Indonesia khususnya pada masyarakatnya, banyak masyarakat Indonesia yang memiliki rasa peduli terhadap sesama, namun ada juga masyarakat Indonesia yang kurang memiliki rasa peduli terhadap sekitar. Misalnya saja berhubungan dengan penerapan nilai-nilai pancasila. Kita tahu bahwa pancasila merupakan dasar atau prinsip bagi Negara Indonesia. Namun pada kenyataannya pancasila kini hanya sebatas peninggalan sejarah yang hanya perlu kita tahu bunyi butir-butirnya saja, tanpa kita tahu maknanya.

Dilangsir dari media elektronik AKURAT.CO, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soedarmo mengatakan, masih banyak warga yang tidak hafal Pancasila. Berdasarkan survei, ada provinsi yang setengah dari penduduknya tidak hafal Pancasila. "Masih banyak daerah-daerah yang tidak hafal dengan Pancasila. Secara teori harusnya mereka tidak banyak hafal dengan Pancasila tapi bagaimana mengaplikasikan nilai Pancasila," kata Soedarmo, di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). Berdasarkan  hasil  survei, Soedarmo membeberkan 12 Provinsi yang dijadikan sample. Bangka Belitung menjadi provinsi yang warganegara paling banyak tak hafal Pancasila yakni 60 persen.

Jika kita amati dari hasil survei tersebut, bisa kita tahu ternyata memang banar adanya bahwa kita perlu untuk menumbuhkan dan membangun rasa peduli. Lantas, bagaimanakah kita bisa menerapkan nilai-nilai pancasila tersebut pada hati generasi milenial? Jawabannya adalah dengan “Klik Program Peduli pada Dirimu”. Bagaimana caranya?. Dengan cara pemberian pemahaman dan pengaplikasian nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pepatah lama yang mengatakan “Tak kenal maka tak sayang” yang berarti jika tidak kenal atau tidak tau bagaimana kita bisa sayang. Bisa jadi hal tersebut yang selama ini terjadi, bahwa generasi milenial saat ini banyak yang tidak mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir-butir pancasila, sehingga generasi milenial saat ini terkesan kurang peduli terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.

PEMBAHASAN

Pancasila terdiri atas 5 asas moral yang relavan menjadi dasar negara Republik Indonesia. Sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan yang Maha Esa" mengandung pengertian bahwa bangsa Indonesia mempunyai kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai agamanya. Kita harus saling menghormati dan toleransi antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain, kita tidak bisa memaksakan kehendak terhadap seseorang untuk memeluk agama yang kita yakini, begitu pula sebaliknya. Selain itu kita juga wajib menghargai perbedaan dan bertoleransi terhadap pilihan agama orang lain dengan cara tidak mengganggu atau melarang seseorang beribadah sesuai dengan keyakinannya.

Sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" mengandung pengertian bahwa bangsa Indonesia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku makhluk ciptaan tuhan yang Maha Esa, yang sama derajatnya, sama hak dan kewajibannya, tanpa membeda-bedakan agama, suku ras, dan keturunan. Dengan kata lain kita harus menghargai setiap keputusan seseorang yang menyangkut hak pribadi seseorang namun tidak merusak kepentingan umum atau orang lain. Kita juga tidak boleh membeda-bedakan seseorang hanya karena memiliki pemikiran, keturunan, atau bahkan berbeda suku ras dengan kita.

Sila ke tiga yang berbunyi "Persatuan Indonesia" mengandung pengertian bahwa pancasila adalah suatu wujud kedaulatan yang utuh dari berbagai aspek kehidupan, yang meliputi ideologi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan yang semua terwujud dalam suatu wadah, yaitu Indonesia. Dengan kata lain, siapa pun kita, dari manapun asal keturunan kita, baik kaya miskin, berkulit putih atau hitam, tua atau muda, kita harus tetap bersatu untuk meneruskan perjuangan untuk mencapai persatuan Indonesia.

Sila ke empat yang berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan", mengandung pengertian bahwa setiap penduduk Indonesia sebagai warga masyarakat, bangsa dan negara Indonesia harus mempunyai hak, kewajiban dan kedudukan yang sama dalam pemerintahan. Oleh karena itu, setiap kegiatan pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu selalu mengadakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan kata lain kita tidak boleh mengambil keputusan dengan cara sepihak tanpa mempedulikan hak asasi masyarakat yang lain. Indonesia memberi hak penuh kepada masyarakat untuk memilih dan dipillih, sesuai dengan sistem demokrasi yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Sila ke lima yang berbunyi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" mengandung pengertian bahwa keadilan merupakan salah satu tujuan negara republik Indonesia selaku negara hukum. Penegakan keadilan akan membuat kehidupan manusia Indonesia, baik selaku pribadi, selaku anggota masyarakat, maupun selaku warga negara menjadi aman, tenteram, dan sejahtera. Upaya untuk mencapai ke arah itu memerlukan nilai keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, yang menyangkut hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, bahasa, dan status sosial ekonominya. Setiap warga negara Indonesia harus diperlakukan adil sesuai dengan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.

Seiring dengan adanya arus globalisasi dan modernisasi yang masuk dalam kehidupan generasi milenial saat ini. Bukan hanya di kota metropolitan saja, namun sudah sampai ke daerah-daerah pelosok nusantara. Arus globalisasi dan modernisasi tersebut berdampak pada adanya perubahan dan pengaruh yang luar biasa terhadap nilai-nilai yang selama ini dijunjung tinggi oleh bangsa ini. Nilai-nilai

yang terkandung dalam pancasila, yang menjadi alat pemersatu ke-bhinekaan negara tercinta ini. Kini dengan berjalannya waktu terkikis dengan cepat oleh sifat egoistik, individualistik, dan sifat masa bodoh serta tidak mau lagi peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Baik itu tetangga, sahabat, termasuk keluarganya sendiri, dan ini sangat membahayakan jika generasi muda memiliki sifat dan kepribadian seperti ini.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Kurangnya rasa peduli yang membuat mereka hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli kepentingan orang lain. Kurangnya rasa peduli dapat menimbulkan banyak dampak negatif, yang akan berakibat pada kerusakan. Sebagai contoh, salah satu penyebab rusaknya wilayah hijau di Indonesia adalah penebangan liar, atau yang biasa kita kenal sebagai illegal loging. Berdasarkan catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia sedikitnya 1,1 juta hektar atau 20% dari hutan Indonesia menyusut tiap tahunnya. Data Kementerian Kehutanan menyebutkan dari sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia,

42 juta hektar lainnya sudah habis ditebang. Hal ini terjadi karena adanya rasa kurang pedulinya manusia terhadap lingkungan. Manusia yang tidak bertanggung jawab hanya bisa mengambil manfaat dari bumi tapi tidak bisa menjaganya.

Tak cukup dengan penebangan liar yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, kini pembakaran hutan secara ekstrem juga mereka lakukan demi kepentingan pribadi. Misalnya kebakaran hutan dengan tujuan pembebasan lahan yang tidak bertanggung jawab akan segala risikonya terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Kejadian tersebut memicu asap di berbagai daerah. Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palangka Raya merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tanggal 15 September 2019 pukul 15.00 WITA, termasuk dalam kriteria berbahaya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sejak Januari hingga Agustus tahun ini, luas lahan yang terbakar mencapai 328.724 hektar. Setidaknya ada enam provinsi termasuk kategori parah kebakaran lahan yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Contoh berikutnya ialah sikap tidak peduli atau hilangnya rasa tolong menolong antar sesama. Kemiskinan dan kebodohan yang semakin merajalela. Itu semua karena sikap mereka yang seakan membisu dan tidak mau peduli, tidak mau

berbagi ilmu dan pengalaman. Kemiskinan dan kebodohan sebenarnya dapat diatasi secara perlahan-lahan, jika seluruh masyarakat mau menjalankan program yang diberikan pemerintah untuk memeberantas kemiskinan dan kebodohan. Maka Indonesia tidak akan menjadi Negara dengan tingkat kemiskinan dengan nomor urut ke 68 dari 100 negara berdasarkan jumlah GDP (Gross Domestic Product) dan menjadi Negara dengan tingkat kebodohan ke 20 dari 43 negara di dunia.

Klik program peduli pada dirimu merupakan kegiatan pembiasaan yang dibuat untuk mengajak seseorang untuk berbuat peduli terhadap sesama. Klik program peduli pada dirimu yang dimaksudkan adalah dengan cara merestart hati dan pikiran kita, lalu memprogram ulang hati dan pikiran kita tersebut untuk memiliki rasa peduli, bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain, khususnya bertujuan demi mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Kegiatan klik program peduli ini bisa dilakukan secara langsung, maupun secara tidak langsung.

Klik program peduli pada dirimu dilakukan secara langsung, maksudnya adalah penerapan nilai-nilai pancasila secara langsung. Melibatkan diri secara langsung ditenga-tengah masyarakat. Turut serta dalam kegiatan kemanusiaan, menolong sesama, dan lain sebagainya. Misalnya, peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan, memiliki keyakinan (memeluk agama sesuai keyakinan), bersikap adil dalam bertindak atau mengambil keputusan tanpa memihak, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga fasilitas umum, tertib lalu lintas, tertib membayar pajak, ikut serta dalam pemilihan umum atau menggunakan hak pilih sesuai dengan keyakinan pribadi tanpa adanya paksaan, saling menghormati dan menghargai orang lain, dan lain sebagianya.a

Selain itu kita juga bisa turut serta dalam kegiatan peduli bencana, menyumbangkan sebagian harta kita untuk masyarakat yang membutuhkan atau yang mengalami musibah. Ada juga kegiatan rutin yang telah dilakukan di SMA Muhammadiyah 9 Surabaya, sekolah tersebut telah melaksanakan kegiatan yang diberi nama “Pelajar Mengajar” di mana sekolah tersebut memiliki tujuan turut serta mencerdaskan kehidupan anak bangsa tanpa memandang status sosial. Kegiatan  ini merupakan kegiatan yang dapat memberantas kebodohan. Kegiatan ini diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu yang berada dipinggiran kota

Surabaya. Sehingga hasil yang dipereh adalah berkurangnya angka buta aksara di kalangan warga pinggiran kota Surabaya.

Selain bisa dilaksanakan secara langsung, klik program peduli pada dirimu bisa juga dilakukan secara tidak langsung. Mengingat terlalu banyaknya aktivitas dan kegiatan sekolah atau yang lainnya, terkadang generasi milenial tidak ada waktu dalam hal semacam tadi. Namun untuk mengantisipasi adanya hal tersebut. Klik program peduli ini juga bisa dilakukan secara tidak langsung, dengan cara mendukung dan berusaha untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik.  Misalnya saja masa media sosial yang kini semakin meningkat. Kita dapat berpartisipasi dengan meluangkan waktu untuk me-like, comment, dan subscribe konten-konten yang bersifat mengajak untuk berkontribusi positif terhadap kepedulian antar sesama. Konten tersebut antara lain, 'UNICEF', 'Kitabisa.com', yaitu konten yang berisi tentang ajakan untuk peduli kemiskinan dan kebodohan. Ada juga konten 'WWF-Indonesia' yaitu sebuah konten tentang organisasi melindungi keanekaragaman genetis, spesies, dan ekosistem, menjaga penggunaan sumber daya alam agar dapat ditahan untuk jangka waktu yang lama serta mengurangi polusi dan konsumsi yang tidak berguna hingga sekecil-kecilnya.

SIMPULAN DAN SARAN

Penerapan pancasila melalui klik program peduli pada dirimu merupakan pengaplikasian nilai-nilai yang terkadung dalam setiap butir pancasila terhadap kehidupan bermasyarakat. Bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk hidup dalam bermasyarakat. Karena itu, kita sebagai generasi muda yang nantinya akan meneruskan nilai nilai pancasila, wajib menerapkan dan mewariskan setiap butir dan makna pancasila kepada generasi-generasi muda yang akan datang, dengan berbagai cara seperti yang telah di jelaskan di atas. Karena kelangsungan dan keberhasilan suatu bangsa dalam mencapai cita-citanya sangat dipengaruhi oleh filsafat negara dari bangsa tersebut. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah pedoman dan arah yang akan dituju dalam mencapai cita-cita bangsa. Kalau bukan kita sebagai generasi milenial yang meneruskan perjuangan bangsa dengan cara penanaman rasa peduli di dalam diri kita, lalu siapa lagi. Jadi wujudkan dan lanjutkan perjuangan bangsa kita untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik mulai dari “Klik Program Peduli pada Dirimu”.

Oleh: Rina Nduruwati, S.Pd. (Guru SMA Muhammadiyah 9 SBY)

Share
SMA Muhammadiyah 9 Surabaya merupakan Sekolah berbasis The Islamic Entrepreneur School dengan Semboyan MUSE (mandiri unggul sukses entrepreneur)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel